AoC Bandung, 19 September 2016

AOC BANDUNG
19 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Victor Purnomo

Yesaya 40:28-31
28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Ada perkataan yang disampaikan Tuhan melalui Nabi Yesaya, dan dimulai dengan kata "tidakkah kamu tahu?" Kita sebagai anak Tuhan harus tahu banyak hal, harus tahu apa yang jadi hak dan bagian dalam hidup kita. Hanya orang yang tahu yang bisa mendapatkan apa yang Tuhan sediakan untuk hidup kita. Banyak orang Kristen yang tidak tahu banyak, hanya tahu sedikit, sehingga yang mereka dapat juga sedikit. Tapi ketika engkau tahu banyak, artinya kita bisa dapatkan banyak hal dalam hidup kita. Kalau kita seorang ahli waris, tapi kalau engkau tidak tahu kalau sebenarnya warisan itu hakmu dan milikmu, ya itu tidak akan bisa jadi milikmu sekalipun engkau memang ahli warisnya. Tuhan mau kita mendengar dan mengerti banyak hal. Dia itu Tuhan yang kekal, Tuhan yang tidak pernah capek, Dia mau selalu membuat kita jadi orang yang selalu kuat. Dia Tuhan yang bersemangat, bergairah. Orang yang tidak capek itu bisa membuat banyak hal, tapi kalau sudah capek, tidak bersemangat, ya tidak bisa lakukan banyak hal. Yang membuat kita bergairah itu ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan. Kita dengan Tuhan itu sedang dibawa ke sebuah adventure, petualangan. Kalau Petrus tidak pernah mendengar dan melakukan yang Tuhan katakan kepadanya untuk datang, Petrus tidak akan pernah bisa berjalan di atas air. Tugas kita itu yang penting mentaati Dia, barulah kita nanti akan mengetahui apa maksud sesungguhnya yang Tuhan mau.

29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Setiap kita akan melalui yang namanya tidak ada kekuatan, kelelahan, tapi ketika engkau bersama Dia, Dia yang akan memberi kekuatan kepada yang lemah. Ketika engkau lelah dan sedang mogok, engkau itu hanya perlu sebuah "kabel jumper" atau sambungan yang terhubung pada Sumbernya yang bisa membuat kita jalan kembali. Tugas kita itu yang penting kita "nyantol" dengan Tuhan, karena Dia punya unlimited power, Dia punya yang tidak terbatas, sehingga apa yang mogok di dalam hidup kita itu bisa jalan kembali.

30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

Orang muda itu melambangkan orang yang kuat, dan dikatakan orang yang muda saja jatuh, apalagi yang tua. Tapi di ayat selanjutnya Tuhan buat perbedaan.

31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Menantikan Tuhan, menunggu Tuhan itu artinya dua diikat menjadi satu, seperti dua kabel diikat menjadi satu. Ketika dua menjadi satu, selemah apapun kita, tapi kalau kita dijadikan satu dengan yang kuat, yang lemah itu akan jadi kuat, bukan karena yang lemah, tapi karena yang kuat itu melindungi yang lemah. Ketika engkau menjadi satu dengan Tuhan, kekuatanmu itu seperti ditukar dengan Tuhan. Seperti ketika menukar rupiah menjadi dollar, kalau engkau tidak berikan rupiahmu, ya engkau tidak dapat dollarnya. Ketika engkau menantikan Tuhan, menempel dengan Tuhan, itu seperti engkau memberikan kelemahanmu dan Tuhan berikan kekuatanNya kepada kita.

Mengapa Simson menjadi orang yang kuat? Karena setiap itu Roh Tuhan turun ke atas hidupnya, dia bisa kalahkan sangat banyak orang bahkan tanpa perlu menggunakan senjata, kuncinya ketika Roh Tuhan ada di atas hidupnya.

Daud bahkan begitu berani maju ketika orang lain mundur dalam peperangan. Daud ingat karena ada urapan Tuhan turun kepadanya melalui Samuel, dan yang dari Tuhan itulah yang tidak bisa dipungkiri, yang membuat dia menjadi orang yang luar biasa dan berani. Ketika kita bertemu dengan Tuhan, pasti ada yang berubah dan berbeda dalam hidup kita. Kalau tidak ada yang berubah, justru itu ada pertanyaan kenapa macet?

Rajawali terbang di ayat tersebut itu dikatakan mount up, terbang ke atas, terbang semakin tinggi, tapi diperlukan sebuah kekuatan untuk terbang lebih tinggi. Kita harus kuat, tidak ada pilihan lain lagi, sebab ketika engkau lemah, engkau itu anak siapa? Anak itu selalu mirip dengan orang tuanya, kalau hidup kita lemah, kita anak siapa? Tuhan itu kuat, Dia menghadapi semuanya itu kuat. Engkau tidak akan pernah tahu kekuatanmu seberapa tanpa ada ujian.

Rajawali kalau dia terbang, dia mengandalkan angin. Di Alkitab, angin itu berbicara tentang Roh Tuhan, bukan hanya mengenai masalah. Di perjanjian lama dikatakan Ruakh, Roh Tuhan. Kekuatan terbang rajawali bisa sampai 400km. Semakin besar kekuatan terbangmu, sejauh itulah engkau bisa dapatkan mangsa dan jarahan. Kalau engkau hanya bisa terbang sejauh 1km, ya engkau hanya bisa dapatkan apa yang ada di radius itu. Semakin jauh kekuatanmu terbang, semakin besar teritorial yang engkau mliki, semakin besar jatah dan jarahan yang engkau akan dapatkan. Rajawali kalau membuat sarangnya itu bukan di tempat yang mudah, tapi dia buat di puncak gunung, di atas pohon tertinggi, dll, selalu membuat di tempat yang sukar. Kita bukan orang yang gampangan, tapi buat kita, kita tidak boleh mencari yang gampang, tapi justru kita harus kerjakan dan buat yang sukar sekalipun. Yang gampang, banyak orang yang mau lakukan, yang sukar, tidak semua orang mau lakukan. Tuhan mau tetapkan apa yang begitu sukar dan tidak bisa orang lain capai itu untuk jadi bagian kita. Bukan yang rata-rata, tapi yang di atas rata-rata yang diberikan kepada kita. Semakin tinggi rajawali terbang, semakin tajam dan semakin banyak yang dia bisa lihat. Semakin engkau rendah, semakin engkau sukar melihat. Tuhan mau bawa kita lebih tinggi agar kita bisa lihat apa yang Tuhan sediakan di depan, karena ketika engkau bisa melihatnya, engkau bisa mendapatkannya.

Semua itu engkau bisa dapatkan asalkan kita tidak menjadi lelah, karena ketika datang masanya menuai, kalau kita menjadi lemah, kita tidak bisa menuai. Jangan pernah lihat kondisimu saat ini, jangan terbatas karena itu, tapi lakukan exchange itu dengan Tuhan, bertemu dengan Tuhan dan lakukan tukaran dengan Tuhan. Perempuan yang sakit pendarahan, dia menjamah Tuhan. Dia sakit belasan tahun, dia sangat lemah, tapi ketika dia menyentuh jubah Yesus, tiba-tiba pertukaran itu terjadi, lemahnya itu hilang, dan dia bisa kuat berdiri. Ketika orang kusta itu bersentuhan dengan Yesus, dia menjadi tahir. Ketika kita bersentuhan dengan Yesus, sesuatu yang besar dan ajaib itu akan terjadi.

Nanti-nantikan Tuhan, dan semua yang luar biasa dan ajaib itu akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Dia punya begitu banyak sumber daya, tapi Dia cari siapa orang yang mencari Dia. Kalau engkau tahu hidupmu lemah, temukan Tuhan dalam hidupmu. Tuhan mau buat hidup kita jadi orang yang luar biasa. Sebelum kita dibawa terbang oleh Tuhan, kita akan dilatih oleh Tuhan. Latihan tidak enak, tapi itu bagus untukmu. Kalau engkau berhenti berlatih, sejauh itulah kapasita yang ada padamu Tapi ketika engkau terus berlatih, kapasitasmu itu akan semakin diperbesar. Medali itu disiapkan untuk yang menang. Izinkan Tuhan melatih dan membawa kita terus naik hingga kita didapati sebagai orang yang kuat di hadapan Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 18 September 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
18 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Pendy Sofian

Revival tidak terjadi dengan gampangan.

REVIVAL:
- Extraordinary season of religious interest
Revival itu salah satu artinya adalah musim yang luar biasa, musim dimana orang tertarik dan begitu giatnya mencari Tuhan.

- God's quickening visitation of His people, touching their hearts and deeperjng Bis work of grace in their lives
Lawatan Tuhan yang luar biasa akan umatNya, menjamah hati mereka dan memperdalam pekerjaan anugrah Tuhan dalam hidup mereka

- Times of refreshing from the presence of the Lord
Masa pemuluhan dari segala sesuatu karena adanya hadirat Tuhan yang bahkan tidak perlu dicari namun hadirat Tuhan itu memang sudah ada.

Kisah revival di Alkitab:
- 1 Raja-Raja 18:20-46 : Kisah Elia di Gunung Karmel
Ketika semua melakukan ritual bagi dewa Baal dan Elia menantang mereka, lalu api dari langit turun membakar persembahan Elia, semua nabi Baal dibunuh, dan semua orang Israel berkata Tuhan kami adalah Yahweh, Jehovah is my Lord. Di saat itu mereka memutuskan untuk menyembah Tuhan. Ketika semua nabi Baal dibunuh, atmosfer negara mereka berubah total dan orang berbalik kepada Tuhan.

- 2 Tawarikh 34-35 : Kisah Pembaharuan oleh Raja Yosia
Di zaman Yosia, hukum Taurat ditemukan kembali.

- Kisah Para Rasul : Gereja mula-mula
Ketika mereka berkumpul si loteng dan Roh Kudus melanda mereka, Petrus bisa berkhotbah, dan ketika oenganiayaan terjadi, justru kekristenan sangat menyebar dimana-mana

Sejarah Revival Di Dunia
- Kebangunan rohani gelombang 1 (1725-1766)
Dimulai dengan pertemuan doa 24 jam sehari yang bertahan selama seratus tahun lebih 
- Kebangunan rohani gelombang 2 (1792-1882)
- Kebangunan rohani gelombang 3 (1830)
- Kebangunan rohani gelombang 4 (1857)
- Kebangunan rohani gelombang 5 (1880-1903)
DL Moody memulai kegerakan penginjilan misi ke China, Jepang, Afrika, Australia, Amerika Selatan dan Tengah..
- Kebangunan rohani gelombang 6 (1904 ...)
- Kebangunan rohani Abad 20
Dimulainya gerakan Pantekosta di Azusa Street dan mulai bangkitnyw wanita-wanita yang dipakai Tuhan
- Gelombang Kedua Pentakosta : Healing Rain (1940-1950)
- Gelombang ketiga Pantekosta : Latter Rain (1948 - ...)
- Gelombang keempat Pantekosta : Pembaharuan Kharismatik

Sejarah Revival di Indonesia
- Di Kota Soe, NTT tahun 1965-1970an
Pada Juli 1965 pengkhotbah dari Institut Injil Indonesia bernama Detmar Scheuremann bersama tim mendatangi Soe. Pada saat itu mereka harus berjalan kaki 135 km untuk ke Kota Soe, dan keadaan di sana sangat gersang, mereka menanam 3x hanya menuai 1x.

Mujizat-mujizat yang terjadi:
1. Berjalan di atas air, paduan suara malaikat, kuasa gelap dikalahkan, air menjadi anggur, kesembuhan dan kebangkitan orang mati, translation, multiplikasi makanan, tiang awan dan tiang api, pakaian yang selalu bersih. 
Saat itu tim mereka bisa berjalan di atas air sungai sedalam 30 meter dan air terus hanya selutut mereka, bahkan ketika ada penduduk yang mencoba mengikuti menyebrang sungai, dia justru hanyut dibawa arus, dst. Selain itu mereka juga ada mendengar sirine (pada saat itu mereka menggunakan kentongan) karena dari jauh melihat ada api di gedung gereja, tapi ketika mereka datang mendekat, mereka terkejut karena melihat ada api namun tidak membakar gedung gereja tersebut.

Kalau engkau membayangkan revival, jangan pikirkan yang biasa-biasa, karena ketika revival melanda satu tempat, akan terjadi suatu keadaan yang sangat berbeda.


Kita masih ada di padang gurun dalam perjalanan menuju ke tanah perjanjian.
Apa yang terjadi di padang gurun?
- Tuhan menyatakan mujizat dan kemuliaanNya melalui Musa dan Harun dan beberapa gelintir orang, tapi bangsa Israel yang lainnya hanya menonton. Di Tanah Perjanjian, setiap kita bisa melakukan mujizat.
- Ketika menghadapi masalah, bangsa Israel selalu ingin kembali ke Mesir.
Sedikit-sedikit mereka mengeluh lebih baik di Mesir, di Mesir ada makanan, ada air, dll. Masa padang gurun ini masa dimana engkau banyak mengalami tantangan dalam hidupmu dan engkau bisa tergoda untuk kembali ke Mesir (masa lalu).
- Bangsa Israel tidak percaya kepada Tuhan dan Musa
Ketidakpercayaan mereka menggagalkan mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Bahkan Musa tidak masuk dan dikatakan karena melanggar kekudusan Tuhan dan tidak percaya.
- Kita tidak akan bisa masuk ke tanah perjanjian kalau kita masih tidak bisa percaya dengan Tuhan dan kalau masih ada celah Mesir dalam hidup kita


Apa yang terjadi di tanah perjanjian?
- Adanya trust system yang baru
Mereka bisa percaya pada Tuhan dan Yosua 100%, mereka sepenuhnya percaya pada apa yang dikatakan oleh Yosua. Setiap perintah yang disampaikan oleh Yosua tidak pernah dibantah atau dipertangakan. Contoh ketika para imam disuruh menyebrang Sungai Yordan, mereka tidak bertanya atau membantah. Ketika di Yerikho Tuhan menyuruh mereka keliling 6 hari dan hari ke-7 keliling 7x dan meniup sangkakala dll., dan mereka tidak komplain, mereka nurut 100% tanpa pertanyaan.

Bagaimana itu bisa terjadi?
Yosua 1:8
8: Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Ketika mereka keluar dari Mesir, mereka punya cara pikir yang lama, tapi di generasi Yosua mereka diberikan Firman Tuhan terus-menerus siang dan malam, mereka terus-menerus memperkatakan Firman Tuhan untuk mempengaruhi pikiran mereka agar sesuai dengan pikiran Tuhan. Ketika engkau saja tidak membaca perkataan Tuhan yang sudah ada, bagaimana engkau bisa percaya dengan perkataan Tuhan yang supranatural? Kalau engkau belum selaras dengan Tuhan dan engkau mendengar suara Tuhan, responmu pasti "apakah benar itu suara Tuhan?". Kenapa kita bisa tidak percaya dengan Tuhan? Karena tidak pernah mendengar suara Tuhan

1. Tidak ada lagi celah Mesir
Yosua 5:9
9: Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Minta terus agar hidup kita dibersihkan Tuhan. Generasi Yosua ini memiliki mentalitas yang berbeda jika dibandingkan dengan generasi bangsa Israel di padang gurun.

2. Adanya unity
Yosua 7:19
19: Berkatalah Yosua kepada Akhan: "Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku." 

Ketika ada satu orang tidak nurut pada Tuhan, mereka kalah, dan itu menggagalkan semuanya. Engkau harus mengurus komuintasmu agar tidak jatuh dan kalah, dll. God doesn't call the qualified, but He qualifies the calls. Pasukan Gideon bukan pasukan elit, bukan karena skill dll, tapi mereka sepakat dengan Gideon 100% dan akhirnya Tuhan pakai mereka secara ajaib.
Yang harus diubahkan dari diri kita yang pertama-tama adalah kita bisa unity dengan Tuhan, pemimpin, dan sesama, bukan hanya skillful.

- Bangsa Israel tidak lagi menonton mujizat, tetapi mereka mereka menjadi pelaku mujizat.
Yosua 14:9
9: Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 

Tanah perjanjian kita = revival
- Suatu kondisi dimana Tuhan bertahta secara absolut dan kehadiran Tuhan dinyatakan secara ajaib.
- Setiap orang yang datang mencari wajah Tuhan akan berjumpa dengan pribadiNya
- Suatu demonstrasi Kuasa, kasih, dan kemuliaan Tuhan
- Setiap dari kita akan menjadi pembawa revival, bukan hanya penonton tapi pemain

No prayer, no revival.

2 Tawarikh 7:14
14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Revival selalu dimnulai dari BERDOA. Bukan lagi berdoa untuk kebutuhan pribadi, tetapi berdoa untuk orang lain, keluarga, tetangga, sekolah, kantor, kita, dll. Masalahmya kenapa belum mengalami kasih Tuhan? Karena kita hanya berdoa sebentar di hadapan Tuhan dan selalu berdoa untuk kepentingan pribadi.

Ubah cara doa kita. Ketika doa pagi, berapa banyak yang benar-benar berdoa untuk lawatan? Banyak yang menganggapnya hanya berdoa biasa saja, tidak sungguh-sungguh ikut berdoa sepakat.

Renungan:
- Apakab kita masih memiliki ketidakpercayaan terhadap Tuhan
- Apakah kita masih menyimpan Mesir dalam hidup kita?
- Apakah kita mau terlibat sebagai pemain supaya terjadi revival atas gereja ini?

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 12 September 2016

AOC BANDUNG
12 SEPTEMBER 2016

By: Cellvia Marliana

Yohanes 3:16 
16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kalau kita katakan sesuatu itu besar, ya besar, tapi kalau Tuhan berkata begitu besar, artinya itu sangat besar bahkan mungkin tidak bisa kita bayangkan. Binasa itu bahasa aslinya apolumi, dan itu artinya kehancuran, rusak, menjadi tidak berguna. Tuhan tidak mau kita jadi orang yang kalah, tidak berguna, binasa, dan tidak mencapai apa yang jadi tujuan hidup kita.

Markus 4:35
35: Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

Yesus mengajak muridNya pergi ke sebrang. Tuhan Yesus yang mengundang kita masuk ke kehidupanNya. Ketika kita masuk dalam kehidupan kita sehari-hari, akan ada masalah, gelombang kehidupan yang membuat kita putus asa, menyerah, dll, tapi apa yang Tuhan katakan yang di Yohanes 3:16? Dia tidak mau kita menyerah, binasa, gagal, putus asa, dll. Di kejadian menyebrang itu, Yesus tertidur. Seringkali ketika kita mengalami masalah, kita tidak mengajak Tuhan "ngobrol", kita lebih sering cerita pada orang lain, bukan kepada Tuhan, tidak mengajak Tuhan berbicara. Di dalam perjalanan perahu itu ke sebrang, ada gelombang badai, tapi apa yang Tuhan janjikan? Tuhan selalu menyertai kita. Bersama Tuhan, kita akan capai ke sebrang, capai tujuan hidup kita bersama dengan Tuhan. Ketika kita diberi kado oleh Tuhan, terkadang "bungkus"nya sepertinya tidak baik, tidak enak, kelihatannya jelek, tapi sebenarnya isinya itu sangat indah. Tuhan mau kita punya fondasi yang sangat kuat, ikut Tuhan bukan karena ikut-ikutan, kata orang, dan tidak mengalami apa-apa. Tapi ada hal yang harus kita lakukan, yaitu kita harus percaya, dan percaya itu tidak bisa hanya duduk diam, namun harus do something. Percaya dan lakukan apa yang jadi bagian kita. Terus maju capai destiny kita dan jangan jadi orang yang mudah menyerah.

1. Tuhan menciptakan kita ada tujuan, dan tujuan kita masing-masing berbeda-beda satu dengan yang lain. Fokus pada apa yang Tuhan mau, walau sekalipun di tengah jalan sepertinya jalannya semakin terjal dan terjal. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, karena bagian kita dengan bagian orang itu seringkali berbeda dan belum tentu apa yang Tuhan mau di hidup kita.
2. Dalam perjanjian lama - perjanjian baru, Tuhan mengutus imam-imam, raja, rasulNya agar kita tidak melakukan yang jahat, sampai akhirnya Bapa kirimkan Tuhan Yesus untuk menebus kita, dan akhirnya Roh Kudus untuk memimpin hidup kita. Apakah setiap hari kita mengaktifkan Roh Kudus dalam hidup kita?
3. Kita tidak bisa diam saja, do something, lakukan apa yang Tuhan mau. Apakah kita setia melakukan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita?


By: Ev. Daniel Krestianto

Apapun kado yang dari Tuhan, ngucap syukur, maka itu akan jadi sesuatu yang luar biasa, jadi sesuatu yang memberkati orang lain. Setiap kita itu Tuhan beri kado, dan mungkin ketika engkau terima itu, engkau berkata tidak bagus, engkau tidak suka, berkata kenapa Tuhan beri itu, dll. Jangan tolak itu semua, buka kadomu, karena di dalam kado itu ada kado lagi, dan seterusnya, dan semakin dalam, kado itu akan semakin mahal, semakin indah luar biasa.

Tuhan itu tidak pernah mengecewakan kita. Ini pukulan terakhir dalam Yobel Besar, karena bulan depan yang namanya Yobel Besar itu habis. Belum terlambat kalau engkau mau mempergunakan waktu Yobel Besar yang tinggal sedikit ini. Namun yang pertama, tidak boleh kecewa. Lihat hatimu, apakah engkau kecewa atau tidak dengan Tuhan?

Ada 3 tingkat / model orang Kristen:

1. Anak Tuhan yang ikut Yesus hanya karena ingin berkat, kesembuhan, mujizat.
Cari Yesus terlebih dahulu, karena ketika engkau ketemu Yesus, engkau akan dapatkan segalanya. Kalau engkau hanya ingin uang, berkat, kesembuhan, engkau itu akan kecewa ketika engkau belum mengalami itu. Apapun yang Tuhan katakan, ikuti tanpa banyak pertimbangan. Jangan jadi Kristen yang tingkat pertama ini, tapi yang lebih lagi.
2. Orang Kristen upahan
Banyak yang melakukan pelayanan, berkorban, tapi karena ada udang di balik batu. Banyak yang memberi tapi tidak tulus, karena mau agar dilipatgandakan, itu namanya "mancing" Tuhan. Banyak yang berkata sudah berkorban, pelayanan bertahun-tahun dan meminta upahnya, komplain ke Tuhan bertanya mana berkatnya, dll. Kalau engkau memperlakukan Tuhan seperti itu, Tuhan juga akan lakukan yang sama kepadamu, apa yang engkau takar akan Tuhan takar kepadamu. Tuhan akan bayar lunas di dunia, tapi ketika di surga, tidak ada yang menjamin. Kambing berkata sudah melakukan ini itu, tapi Tuhan berkata enyahlah karena Aku tidak mengenalmu, dst. Contoh ketika engkau digaji, engkau bisa lakukan semuanya dengan baik, tapi bagaimana ketika engkau tidak digaji, apakah engkau bisa lakukan dengan baik? Kalau tidak, artinya engkau itu seorang upahan. Ketika bermasalah, mulai keluar "uneg-uneg"nya, merasa sudah berkorban, sudah ini itu. Kalau engkau tidak bisa mengucap syukur, terus membandingkan dirimu dengan orang lain, itu juga artinya upahan. Kita itu hidup cuma karena anugrah. Setiap kita orang yang spesial. Kejar destinymu, karena tidak ada yang bisa menggenapi destinymu selain dirimu sendiri.

3. Jatuh cinta dengan YesusKita lakukan semuanya karena kita cinta dengan Tuhan. Manusia bisa engkau tipu, Tuhan tidak bisa. Detik engkau jatuh cinta, engkau akan lakukan apapun untuk Yesus, bukan karena keharusan, tapi karena memang engkau mencintai Tuhan. Kalau engkau tidak masuk ke tingkat ini, setan akan membuatmu kecewa dan kecewa. Tidak ada orang yang baik kalau orang itu tidak di dalam Yesus. Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Ketika ini terjadi, sifat Tuhan jadi sifatmu, kita dibenarkan oleh Tuhan. Tidak ada yang bisa menipu Tuhan. Periksa dirimu. Tuhan itu tidak pernah mengupah kita, tapi takaran yang engkau pakai, takaran itu juga yang akan Tuhan pakai dalam hidupmu. Semua karena anugrah, jangan merasa semua karena engkau kerja, engkau sudah lakukan ini itu dll.

Markus 10:29-30
29: Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30: orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.


Jangan lupakan keintiman. Setia. Never give up. Percaya setiap janjiNya ya dan amin.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -