Tuesday, 26 April 2016

AoC Bandung, 25 April 2016

AOC BANDUNG
25 APRIL 2016

By: Ps. Robert Lie

Tidak ada yang bisa masuk ke perfect zone kalau bukan tangan Tuhan yang membawa kita. Sebelum Tuhan membawa kita ke perfect zone, ada 2 bagian yang harus kita lakukan dan ada 2 bagian yang Tuhan lakukan.

1. Keluar dari comfort zone
Tuhan tidak akan bawa engkau masuk dalam perfect zone kalau engkau tidak keluar dari comfort zone. Abraham tidak akan mencapai yang namanya perfect zone di Gunung Moria dan Tuhan hadir secara nyata di hadapan Abraham sebagai Jehovah Jireh. Di perfect zone ada banyak hal yang ajaib, mujizat, berkat, tapi Abraham tidak akan pernah sampai ke sini kalau dia tidak keluar dari comfort zone untuk pergi keluar dari sanak-saudaranya, rela keluar dair kenyamanannya.

2. Learning zone
Dari comfort zone ke learning zone hanya satu langkah, tapi dari learning zone ke zona berikutnya itu panjang.
Perfect zone itu seperti sinyal wifi, semua orang harus tahu password untuk bisa masuk, dan kalau masuk dan berada di dekat router, aksesnya cepat, semakin jauh semakin lambat dan bahkan disconnected. Di perfect zone semua yang engkau butuhkan itu ada, seperti Yohanes 15, ketika engkau ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam engkau. Dalam perfect zone, yang tidak mungkin jadi mungkin, yang tidak ada jadi ada, yang tidak bisa jadi bisa.

Abraham seharusnya tidak perlu 25 tahun menunggu janji Tuhan, tapi karena dia berkali-kali salah berbicara, takut mati karena Sara, dll. Yang terakhir ketika dia bertemu 3 malaikat Tuhan yang berkata tahun depan akan melahirkan, apa yang dilakukan Abraham? Kejadian Abimelekh, dia kembali lagi berkata kalau Sara adalah saudarinya karena dia berpikir tidak ada takut akan Tuhan di daerah itu. Sara seharusnya hamil di saat-saat itu tapi justru Abraham membuat keputusan konyol, namun Tuhan tetap turun tangan, penyertaan Tuhan ada.

Miliki hati yang mau dibentuk, dididik, diajar oleh Tuhan,

3. Testing zone
Tugas murid hanya satu, belajar dan belajar. Ujian diberikan oleh guru, bukan murid. Tuhan yang akan membuat kita masuk dalam testing zone, dan yang menentukan kelulusan ya guru, bukan kita. Kalau engkau tidak lulus, ya ulang lagi. Abraham jatuh berkali-kali di testing zone, namun ketika itu, ada tangan Tuhan yang mengangkat Abraham masuk dalam perfect zone.


Beberapa hal yang membuatmu bisa masuk dalam perfect zone, untuk bisa engkau menerima janji Tuhan:
1. Kerendahan hati

2 Tawarikh 7:14
14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Kalau satu bangsa saja merendahkan diri, Tuhan akan pulihkan, apalagi hanya keluarga kita, atau hanya kira pribadi. Rendah hati itu tidak mudah, hanya mudah untuk dikatakan. Kerendahan hati itu juga seperti nabung, ketika engkau tabung, tabung, tabung, dan nanti akan ada hal ajaib yang terjadi ketika itu penuh. Untuk kemuliaan tertentu, dibutuhkan kerendahan hati dalam tingkat tersebut. Kalau engkau mau kemuliaan yang lebih tinggi, terus kerjakan kerendahan hati tersebut. Ketika disakiti orang yang biasa saja dan disakiti oleh orang yang kita kasihi, ketika difitnah beberapa orang dibanding dengan difitnah sangat banyak orang, dibutuhkan kerendahan hati yang berbeda. Mungkin ada yang bertanya kenapa berkatku hanya segini-segini saja? Karena engkau belum bisa dipercaya lebih, kerendahan hati belum cukup, karena jika diberkati lebih, engkau bisa sombong. Kerendahan hati itu seperti tiang untuk menampung berkat, urapan, kemuliaan Tuhan. Tuhan bisa beri kemuliaan yang besar, tapi kalau tidak ada kerendahan hati yang cukup, engkau bisa jatuh, hancur. Terus tambahkan kerendahan hati.

1 Timotius 1:12
12: Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

Tuhan akan mempercayakan sesuatu kalau engkau bisa dipercaya hal tersebut. Di terjemahan Amplified Bible, ada kata trustworthy. Itu adalah ketika Tuhan percayakan sesuatu padamu, engkau bisa dipercaya, dan layak dipercaya. Tuhan itu adil, ketika engkau bisa dipercaya, engkau akan dipercayakan. Kalau engkau mau dipercaya, engkau harus jadi orang yang layak dipercaya. Tuhan itu terlalu baik, Dia mempercayakan sesuatu "di depan", ketika Dia melihat engkau belum bisa dipercaya lebih, ya akan stuck. Ketika engkau ditegur, ngucap syukur, rendah hati. Kalau kerendahan hatimu cukup, Tuhan akan percayakan yang lebih besar.

Salah satu definisi kerendahan hati:
- Rendah hati itu ketika engkau rela mengalami hinaan dan tidak marah dan tidak membalas
Yesus ketika dihina, Dia tidak membuat klarifikasi, tidak marah. Banyak yang ketika dikatai orang, kita terlalu cepat bereaksi dan marah, padahal seharusnya itu bisa menjadi "tabungan" kerendahan hati kalau engkau tidak membalas.
- Rendah hati itu ketika engkau rela untuk tidak dikenal orang
Setiap kali setelah Yesus pelayanan, Dia "hilang" dan pergi berdoa. Sedikit saja ada kebanggaan, ya tidak rendah hati. Menjaga kerendahan hati itu tidak mudah. Ada yang berkata hamba yang tidak berguna, tapi maunya di depan, maunya dikenal. Jadi orang yang tidak dikenal orang itu tidak mudah. Contoh ketika ada ratusan jiwa dimenangkan, dan engkau tidak dikenal padahal sebenarnya engkau yang paling banyak bekerja. Apa yang membuat seringkali berkat di depan mata itu hilang? Karena belum layak dipercaya. Berkat Tuhan itu di depan mata, apalagi engkau berada di perfect zone.
- Rendah hati itu rela menjadi pijakan agar orang lain naik dan menjadi besar
Untuk menjadi pijakan bagi orang lain itu tidak enak, apalagi jadi pijakan untuk orang yang menyebalkan. Salah satu cara agar engkau rendah hati ya ketika engkau diberi kondisi untuk rendah hati. Ketika engkau minta kesabaran, ya Tuhan akan beri keadaan dimana engkau harus sabar.

2. Nurut dengan Tuhan
Nurut dengan Tuhan itu tidak enak, menyalibkan daging kita, karena seringkali apa yang Dia katakan itu tidak sesuai dengan pikiran kita.

Ibrani 11:36-37
36: Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
37: Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

Contoh di Alkitab, ada nabi yang disuruh untuk telanjang keliling kota, Nabi Nuh membuat bahtera tapi tidak hujan-hujan, dihina orang, dikatain. Nurut dan kerendahan hati harus berjalan berbarengan, karena tidak bisa taat kalau tidak ada kerendahan hati. Ketika Abraham berada di perfect zone dan dia mengorbankan Ishak, di situlah ada Jehovah Jireh.

3. Jangan kecewa
Kalau Tuhan janji itu tidak akan meleset, tapi banyak janji / berkat itu batal karena engkau kecewa. Kalau engkau kecewa dengan Tuhan engkau itu bunuh diri, tapi kalau engkau kecewa dengan orang lain, itu membuat setan masuk dan bekerja dalam hidupmu. Setan tidak perlu membuatmu kecewa dengan 1000 orang, cukup engkau kecewa dengan 1 orang saja setan bisa masuk dalam hidupmu.

- Yohanes Pembaptis
Bahkan sebelum Yesus melakukan pelayanan, Yohanes Pembaptis kenal Yesus, bahkan dia berkata untuk membuka tali kasutNya pun tidak layak, dia pun berkata kalau memang dia yang harusnya dibaptis oleh Yesus, tapi ketika di penjara, dia bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Di sini semuanya berbalik, Yohanes sebenarnya mengharapkan Yesus datang ketika dia dipenjara, tapi dia kecewa karena Yesus tidak kunjung menghampiri Yohanes. Ketika Yohanes kecewa, Yesus berkata kalau "berbahagialah yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku", dan bahkan dikatakan yang terkecil di Kerajaan Surga pun lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Ketika engkau kecewa, engkau itu sedang merusak apa yang telah engkau bangun di surga. Kita tidak punya alasan untuk kecewa sekalipun orang lain itu sangat menjengkelkan. Kalau engkau kecewa, yang rugi itu bukan orang yang mengecewakanmu, tapi engkau sendiri yang rugi. Kalau engkau mau tetap kecewa, ya itu pilihanmu. Tidak ada alasan untuk kecewa, karena kecewa membuatmu akan terus masuk testing zone. Engkau tidak akan pernah bisa masuk dalam perfect zone kalau engkau kecewa. Semua yang engkau butuhkan itu ada di perfect zone.


By: Ev. Daniel Krestianto
Untuk masuk dalam perfect zone tidak bisa dengan kekuatan sendiri, tapi dibutuhkan Tuhan yang mengangkat kita. Jangan pernah ingin mmeberikan sesuatu kepada Tuhan yang terbaik dengan cara / pandangan kita sendiri, justru itu busuk di hadapan Tuhan, beri apa adanya, tapi yang penting hatimu mengasihi Tuhan, hatimu bertobat, dan berikan yang terbaik. Jangan pernah ingin kelihatan indah di hadapan manusia, karena itu akan membawa kita menjadi seseorang yang sudah mendapat upah di dunia. Mungkin di mata manusia tidak baik, tapi itu yang terbaik di hadapan Tuhan. Persembahan Habel berbeda dengan persembahan Kain. Persembahan Kain itu yang terbaik di dalam pekerjaannya untuk Tuhan, tapi tetap Tuhan berkata persembahan Habel terbaik di hadapan Tuhan. Yang kita pandang terbaik itu belum tentu, yang penting nurut sama Tuhan, ikuti saja, jangan berkata "tapi kan jelek", artinya engkau masih ingin dipuji manusia. Ini hari-hari dimana ujian itu ada. Banyak orang yang ada dinaikkan di level tertentu, tapi didapati tidak mampu, karena dagingnya masih berjalan, sombong, ingin perfect, hidup dengan caranya sendiri. Berkali-kali Tuhan akan ajari kita, tapi kalau kita tolak karena dasar pikiran kita, jangan sampai kita dipotong oleh Tuhan. Kuncinya satu, yaitu hineni Untuk tinggal di level seperti ini, butuh yang namanya hineni.