Ibadah Minggu IFGF Palembang, 22 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
22 MEI 2016

By: Ps. Yohan

2 Raja-Raja 6:1-7
1: Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: "Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.
2: Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami." Jawab Elisa: "Pergilah!"
3: Lalu berkatalah seorang: "Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini." Jawabnya: "Baik aku akan ikut."
4: Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon.
5: Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: "Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!"
6: Tetapi berkatalah abdi Allah: "Ke mana jatuhnya?" Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.
7: Lalu katanya: "Ambillah." Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.

Di zaman itu, Elisa seperti memiliki kelompok-kelompok nabi atau sekolah nabi. Di zaman Elia, nabi-nabi itu berada di kondisi yang sangat tidak enak, sedang dihabisi, mereka beribadah secara sembunyi, diam-diam. Tapi di zaman Elisa, mereka berkemenangan, terjadi pembalikkan keadaan, status sosial mereka tinggi, menjadi orang-orang yang sangat dihormati di sana. Bahkan raja memanggil Elisa dengan panggilan bapakku. Saat itu mereka semua adalah kelompok nabi yang pandang, mendapatkan posisi yang sangat nyaman di sana.

Tapi di ayat 1 dikatakan tempat tinggal mereka terlalu sesak. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan to small for us, tapi dalam bahasa Ibrani, ada kondisi yang sangat terdesak, terjepit, sangat terhimpit, terikat, seperti orang ditawan, dibelenggu, ada dalam suatu kepungan musuh. Waktu untuk perluaskan kapasitas, mengembangkan semuanya, justru bukan ketika kita berada dalam kondisi yang berkelimpahan dan tercukupi semuanya. Justru di situasi dimana ketika engkau terhimpit, terdesak, itulah sebenarnya waktu yang paling tepat untuk kita memperluas kapasitas kita.

Ini adalah kairosnya. Seperti doa Yabes. Arti nama Yabes adalah kesakitan. Kalau di zaman sekarang, istilahnya seperti anak sial. Dari sejak lahirnya dia disebut sebagai anak sial. Bisa saja dia terus berkata "ya aku memang anak sial" dll, tapi justru dia perbesar kapasitasnya, perlebar sayapnya, dia berseru kepada Tuhan, dia berdoa agar dia tidak menjadi kesakitan bagi orang lain, tapi justru menjadi berkat bagi orang lain.  Yabes berdoa bukan ketika dia sudah mendapatkan semuanya, tapi ketika dia melihat bahwa dia disebut sebagai anak sial, dan dia tidak menyerah pada keadaan dan kondisi, sehingga pada akhirnya dikatakan Yabes dimuliakan lebih dari saudara-saudaranya.

Destiny kita tercapai atau tidak, rencana Tuhan digenapi atau tidak dalam hidup kita, itu bukan di tangan Tuhan, tapi di tangan setiap kita. Yang menentukan hidupmu jadi apa, akan mencapai garis akhir atau tidak, tergantung dari hidupmu sendiri, tergantung keputusan-keputusan yang engkau ambil setiap harinya. Yabes memutuskan untuk menjerit dari hati yang paling dalam. kepada Tuhan, dia mengambil sebuah pilihan, dan akhirnya hidupnya berubah.

Para nabi yang di ayat tadi juga seperti itu, di saat kondisi yang seperti itulah mereka memutuskan untuk memperluas kapasitas kita. Karena kebaikan Tuhan, Tuhan itu seringkali membuat kita berada dalam posisi tidak nyaman, agar engkau keluar dari comfort zonemu.

Di ayat berikutnya, mereka meminta izin kepada Elisa untuk pergi, dan mereka sadar pengcoveran, mereka mengerti tudung dan otoritas yang ada dalam hidup mereka. Entah bisnis, studi, keluarga, kita perlu yang namanya tudung, perkenan Tuhan, otoritas yang dari Tuhan. Setelah itu para nabi itu juga mengundang Elisa untuk ikut dengan mereka. Elisa memiliki punya kerendahan hati, sekalipun dia nabi besar, bergaul dengan orang besar dan orang penting, tapi dia mau turun ke bawah, mau ikut dengan nabi-nabi itu, mereka unity.

Kenapa nabi-nabi itu berkata kepada Elisa untuk ikut dengan mereka? Seperti Musa ketika itu meminta penyertaan Tuhan di bangsa mereka, berjalan bersama-sama dengan mereka, mereka tidak mau pergi kalau bukan Tuhan yang memimpin. Banyak yang menukar penyertaan Tuhan, menukar Tuhan nya sendiri dengan berkat, keuangan, terobosan, bahkan ditukar dengan janji Tuhan itu sendiri. Kalau seandainya Tuhan tidak menggenapi janjiNya dalam hidup kita bahkan sampai engkau meninggal / rapture, apakah engkau akan terus mengasihi Tuhan? Seperti Sadrakh Mesakh Abednego yang berkata sekalipun Tuhan tidak menolong, mereka tetap akan menyembah Tuhan. Cek dirimu, apakah engkau sudah kehilangan Tuhan karena engkau diberkati secara ajaib dengan bisnismu, pelayananmu, dll.

Lalu di ayat-ayat selanjutnya, dikatakan mata kapak salah satu nabi itu lepas dan masuk ke sungai. Kalau kapak itu tajam, mungkinkah mata kapak itu terlepas? Kapak yang tajam kalau dihantam ke kayu, itu pasti tertempel. Kenapa mata kapak itu bisa terpental? Karena tumpul. Kapak ini bisa berbicara tentang karunia, urapan, keintiman, panggilan, destiny, talenta, skill, hubungan dengan Tuhan. Kenapa bisa jadi tumpul dan kapak itu terjatuh ke dalam air? Karena dibiarkan terlalu lama, tidak pernah diaktifkan, tidak pernah diasah. Coba cek hidup kita, apakah mata kapakmu masih tajam? Bagaimana engkau menajamkan mata kapakmu? Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia, ini berbicara mengenai hubungan kita dengan orang lain, pemimpin, kita butuh yang namanya dididik, diajar, dikoreksi. Seringkali mata kapak kita tumpul karena kita tidak pernah berlatih, merasa semua sudah ok, sudah berhenti mencari Tuhan, berhenti belajar, menganggap semuanya biasa, tidak punya hati yang siap ditegur, dan suatu saat ketika engkau diamkan terus, mata kapak itu akan hilang.

Lalu nabi itu ketika mata kapaknya jatuh, dia berteriak kepada Elisa, dia sadar kalau itu barang pinjaman. Apa artinya barang pinjaman? Titipan Tuhan, bisa talenta. Apa yang engkau perbuat dengan destinymu, karuniamu? Engkau harus pertanggungjawabkan semuanya itu kepada Tuhan. Tuhan berkata di Kitab Wahyu kepada jemaat di Efesus karena mereka meninggalkan kasih yang semula, tidak melakukan lagi apa yang dahulu mereka lakukan. Setiap kita punya panggilan, harus ada yang diselesaikan.

Di ayat tadi juga ada dikatakan kalau setiap orang masing-masing harus membawa balok. Artinya setiap orang ada pohonnya masing-masing yang harus ditebang, yang harus diurus. Kalau mata kapakmu tumpul, bagaimana caranya engkau bisa membawa balok kayu tersebut. Setiap kita dipanggil dengan panggilannya masing-masing. Di dalam satu tubuh itu ada yang harusnya tidak terlihat, ada yang terlihat. Jangan sampai yang harusnya tidak terlihat justru jadi terlihat. Yang jadi pertanyaan, apakah engkau tajam di panggilanmu tersebut? Kesepakatan bukan artinya melakukan sesuatu yang sama, tapi melakukan yang berbeda-beda, namun menghasilkan sesuatu yang indah dan sempurna. Kita punya bagian masing-masing, setialah dengan bagianmu masing-masing.

Ketika mata kapak itu jatuh, Elisa melemparkan kayu, dan akhirnya mata kapak itu muncul kembali. Kayu berbicara mengenai kedagingan, kemanusiaan kita. Potong, sunat, buang kedagingan kita. Lakukan bagian kita, jangan minder. Jangan sampai yang terdahulu jadi yang terkemudian. Jangan sampai kehilangan passion kita yang semula.

Elisa saat itu bertanya kapak itu jatuhnya dimana. Sejak kapan engkau kehilangan mata kapakmu, dimana letak engkau kehilangan, apakah karena ketika engkau terlalu sibuk mengurusi kedaginganmu, nonton TV, sibuk pada hobi, kecewa, pahit, dll. Habiskan kemanusiaan kita, kosongkan diti kita di hadapan Tuhan, minta Tuhan pulihkan. Bahkan ketika mata kapak itu sudah muncul, dia tidak diam saja, tapi ada tindakan yang harus dilakukan nabi itu, yaitu mengambil mata kapak tersebut. Memang Tuhan yang memunculkan kembali, tapi kita perlu mengambil itu kembali. Mempertahankan itu lebih sulit daripada yang namanya mendapatkan sesuatu itu. Ketika itu sudah hilang, dibutuhkan anugrah Tuhan agar itu bisa kembali lagi dalam hidup kita. Semua harus dipertanggungjawabkan.

Ketika sudah hilang, mereka bisa saja membuat proposal, berkata kepada masyarakat karena mereka mau membangun rumah, karena mereka adalah orang yang terpandang, terhormat, tapi mereka tidak melakukan itu. Ketika raja Damsyik mau bertanya kepada Elisa, bahkan dia memberikan persembahan kepada Elisa sebanyak muatan 40 unta. Bisa saja Elisa dan nabi-nabi itu meminta bantuan orang lain, tapi mereka tidak lakukan itu, Elisa mau agar nabi-nabi itu juga bekerja keras, melakukan semuanya, tidak hanya diam dan menunggu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 15 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
15 MEI 2016

By: Ps. Robert Lie

Ketika engkau mau serius dengan Tuhan, Tuhan akan berikan kekuatan. Tuhan berkata tentang "janji" untuk hari ini. Kalau Tuhan berjanji, Dia pasti akan tepati. 30 April waktu itu ada mimpi mengenai revival. Hari-hari ini Tuhan beri berkat raja-raja, tapi sikap hati harus hamba. Dia itu Tuhan, Dia bisa lakukan apa yang Tuhan mau. Kalau Tuhan beri berkat dan Tuhan katakan untuk sesuatu, ya gunakan itu sesuai dengan yang Tuhan katakan, jangan dipakai untuk yang lain sekalipun engkau butuh. Jangan remehkan sesuatu yang Tuhan suruh, hal yang profetik yang disuruh Tuhan. Akan ada manfaat dari iman yang engkau lakukan dengan tindakan profetik. Orang yang percaya dan sejalan dengan pemimpinmu, engkau akan juga diberkati secara ajaib. Tuhan mau buat terobosan-terobosan Ilahi dan janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita.

Bagaimana mungkin engkau menuntut janji Tuhan digenapi dalam hidupmu tapi engkau tidak pernah menggenapi janjimu kepada Tuhan? Mungkin ada yang berkata mana janji Tuhan, kok belum diberkati, dll, tapi harusnya engkau cek dirimu, apakah engkau sudah menggenapi janjimu kepada Tuhan? Harusnya engkau jangan hanya berjanji, tapi engkau harus melakukan yang engkau janjikan. Jangan fokus dengan janji Tuhan, karena Dia itu Tuhan, Dia tidak pernah lupa akan janjiNya, tapi fokus kepada janji yang pernah engkau buat kepada Tuhan. Catat apa yang jadi janjimu kepada Tuhan dan lakukan itu. Banyak yang hanya dengar khotbah, altar call, nangis, bertobat, buat janji, tapi ketika keluar dari gereja, mereka sudah lupa apa yang dia katakan.

1. ARTI JANJI

Ada 3:
- Ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat.
Jangan engkau berjanji kalau engkau tidak bersedia dan tidak sanggup untuk melakukannya. Ketika seseorang membatalkan sepihak janji yang dibuat, sebenarnya pihak tersebut akan terkena pinalti, tapi Tuhan tidak pernah memberi pinalti padamu, Dia hanya pending janji itu sampai engkau benar-benar menggenapi janjimu kepada Tuhan. Kalau engkau mau berjanji, engkau harus berpikir, karena itu menyatakan engkau bersedia dan engkau sungguh-sungguh menyanggupkan dirimu untuk melakukan apa yang engkau katakan.

- Persetujuan antara 2 pihak yang masing-masing menyatakan sanggup untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. 2 pihak melakukan kesepakatan.
Banyak orang Kristen melanggar janjinya kepada Tuhan, karena itu hidupnya ya seperti itu terus. Kalau engkau menggepqi semua janji Tuhan, maka Tuhan akan limpahkan janjiNya dalam hidupmu.

Keluaran 1:11
11: Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.

Berkat 1000 kali lipat. Sungguh-sungguh lakukan apa yang engkau janjikan kepada Tuhan. Ketika engkau ingkar janji, engkau tidak berhak terima janji Tuhan, karena engkau itu seperti pembohong di mata Tuhan. Untungnya Tuhan itu baik, panjang sabar dan bermurah hati, Dia masih mau menunggu kita. Harusnya engkau malu kalau engkau minta janji Tuhan sedangkan engkau sendiri tidak pernah menepati janjimu kepada Tuhan. Di Alkitab banyak ribuan janji Tuhan untuk hidup kita, tapi kenapa kita seringkali tidak mengalami? Karena kita hanya mengumbar janji tapi tidak ditepati.

- Syarat / ketentuan yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak


2. BAGAIMANA JANJI TUHAN DENGAN KITA?

Mazmur 12:6
6: janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Engkau itu tidak perlu ragu lagi akan janji Tuhan dalam hidup kita. Kalau kita belum mengalami janji Tuhan, introspeksi diri apakah engkau menggenapi janjimu pada Tuhan.


3. BAGAIMANA JANJI KITA KEPADA TUHAN?

Seringkali kita hanya berjanji di mulut tapi tidak sungguh-sungguh mau melakukannya. Kita seringkali hanya berjanji karena emosi. Jangan terlalu cepat mengucap janji, tapi bukan berarti engkau tidak boleh berjanji, karena ketika engkau berjanji, engkau itu akan memacu dirimu dan menjadi motivasi untuk engkau melakukan dan menggenapi janjimu. Jangan gampang berjanji tapi jangan takut juga untuk berjanji. Jangan sedikit-sedikit marah kepada Tuhan, klaim janji kepada Tuhan. Kalau engkau mendengar Firman Tuhan dan melakukannya dengan setia, Tuhan yang akan angkat engkau dll. Tapi bagianmu adalah mendengar dan melakukan dengan setia. Seperti kesepakatan jual beli, ketika engkau belum bayar DP, belum bayar booking fee, tapi engkau klaim rumah tersebut, ya tidak bisa, yang salah karena engkau belum bayar DP. Sama seperti kita kepada Tuhan, seringkali kita belum bayar, tapi justru kita sering mengklaim janjiNya terlebih dahulu.

Berkat yang sudah alamatnya jangan engkau pakai, karena itu mencuri. Kalau engkau selalu tepati janjimu kepada Tuhan, Tuhan juga akan tepati janjiNya kepada kita, engkau akan diberkati dan melalui hidupmu, engkau akan menjadi berkat dan orang akan banyak diberkati.


4. PERBARUI JANJI KITA KEPADA TUHAN

Janjii apa yang harus kita perbarui?
- Janji untuk memiliki hati yang suci dan murni.
Amsal 4:23
23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Matius 5:8
8: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Kalau engkau punya hati yang bersih, engkau akan mengalami Tuhan secara pribadi., engkau akan ketemu Tuhan. Apa yang membuat hati kita tidak suci / murni?
* Iri hati
Kalau engkau iri hati, maka Tuhan akan pindahkan berkatmu kepada orang yang engkau irikan. Contoh, Saul iri kepada Daud, dan akhirnya berkatnya Saul, jabatan raja yang ada padanya dipindahkan ke Daud. Iri hati membuat hatimu terkontaminasi, tercemar.
* Dosa dan menuruti kedagingan
* Kepahitan, kecewa, sakit hati
Sakit hati adalah penyakit kanker stadium 4 dalam tubuh rohanimu, cepat atau lambat akan mati. Jangan kepahitan, kecewa, sakit hati apapun alasannya sekalipun.
* Mementingkan diri sendiri, serakah
Kerja apapun boleh, jangan serakah. Jual barang boleh untung banyak, tapi jangan bohong atau serakah. Kalau beli barang juga jangan egois, jangan ditawar sampai habis habis apalagi dengan keluargamu sendiri.
* Motivasi yang negatif, curigaan

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

- Janji setia dan taat kepada Tuhan
Arti taat dan setia, artinya engkau hidup sesuai Firman, jangan berubah. Kalau engkau setia, engkau itu akan dibawa terbang tinggi. Kalau engkau tidak berubah, engkau itu akan terus dibawa naik dan tidak turun.

- Janji sungguh-sungguh mencari Tuhan
Masuk dalam kedalaman, melekat dengan Tuhan, baca Alkitab dan berdoa setiap hari. 

- Janji saling mengasihi di antara sesama dan jaga unity di gereja
Kompak, sehati, sepakat, jangan saling menjelekkan, tidak boleh saling kepahitan dan kecewa satu sama lain. Harus merangkul satu sama lain, bukan membuat kelompok sendiri. Jangan membenci keluargamu sendiri. Membenci musuh saja tidak boleh apalagi membenci keluargamu sendiri. Siapapun yang join di keluaga IFGF ini, ya kita satu keluarga. Engkau mungkin punya masalah di luar, di pekerjaan, di jualan, tapi jangan libatkan gereja, engkau harus saling mengampuni. Banyak gereja yang tidak mengalami revival karena tidak kompak, tidak unity, saling menjelekkan dll. Ketika engkau tidak sepakat, tidak akan ada berkat. 

- Janji untuk menjadi saksi Kristus yang efektif
Punya kehidupan dan karakter Kristus. Orang yang bersaksi belum tentu jadi saksi, tapi ketika engkau menjadi saksi, tanpa bersaksi pun dia sudah menjadi saksi. My life is my message. Harusnya ketika orang lain melihat hidupmu, orang itu diberkati, melihat kalau Tuhan nyata dalam hidupmu.

- Janji untuk tetap hidup dalam kerendahan hati
Kendahan hati adalah kunci untuk engkau mengalami terobosan
Apa arti kerendahan hati?
* Rela menghadapi hinaan tapi tidak marah
* Rela untuk tidak dikenal
Jangan terlalu cepat bereaksi. Jangan cepat marah. Sekalipun fasilitas raja, tapi hatimu harus hati hamba, tidak boleh sombong. Kerendahan hati itu sangat penting. Belajar terus rendah hati. Kalau engkau terus rendah hati, Tuhan yang akan bawa engkau tinggi.

- Janji untuk melayani dan menyelesaikan mandat Tuhan sampai akhir hayat
Yosua berkata kepada bangsa Israel untuk memutuskan menyembah allah siapa, tapi Yosua dan keluarganya akan menyembah Allah Israel, "we will worship / serve You", aku dan keluargaku akan melayani Tuhan seumur hidup.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 9 Mei 2016

AOC BANDUNG
9 MEI 2016 
 
By: Pdt. Lukas Yoesianto

Yang "sedikit" dari Tuhan itu bisa mengatasi segala sesuatu. Kita bekerja keras, melakukan banyak hal agar kita diberkati, memang ada bagian yang harus kita lakukan, tapi ketika yang "sedikit" dari Tuhan itu menyentuh kita, itu lebih dari semuanya. Setiap kali hadiratNya turun, Dia itu sedang mengulurkan tanganNya kepada kita, tapi seringkali kita mengabaikanNya.

Kitab Daniel itu kisah pembuangan orang Israel, mereka berada di titik yang paling merosot, meninggalkan Tuhan dan menyembah allah lain dan dibuang ke Babel, dijadikan pekerja, budak, dll. Satu dari banyak orang yang diangkut dan dibuang dari Israel ke Babel itu adalah Daniel. Kisah Daniel itu sebagian besar dan hampir seluruhnya terjadi di pembuangan, bukan terjadi di tanah perjanjian.
Daniel ini orang yang berhasi. Bahkan ketika dia dibuang ke Babel, dia merupakan orang yang bijaksana, dijadikan penasihat raja, bisa makan yang enak, tapi dia tidak mau, sehingga puasa Daniel, dan dia didapati 10x lebih pintar, lebih pandai. Dia orang yang di atas rata-rata sekalipun dia berada di pembuangan. Tidak masalah engkau berada dimanapun. Di kisah ini Tuhan mau menyatakan kalau engkau bisa berada di atas rata-rata dimanapun engkau berada, atau bahasanya kita adalah menari di atas gelombang. Sementara yang lain frustasi, marah karena dibuang dari Kanaan, tapi entah di tanah Kanaan atau di tanah perjanjian, sebenarnya Tuhan bisa memberkati mereka, dan bahkan Daniel pun bisa survive dan menari di atas gelombang. Jangan mengeluh dengan situasi apapun yang sedang engkau alami saat-saat ini. Tidak masalah dimanapun engkau ditempatkan, asal engkau tahu rahasianya, engkau bisa menari di atas gelombang dan sukses di pembuangan itu. Daniel tetap berada di atas siapapun raja yang berkuasa saat itu.

Daniel 2:46
46: Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.

Sebelumnya saat itu mereka disuruh menebak mimpi raja, bukan mengartikan mimpi, tapi menebak. Ketika itu Daniel bisa menebak dan mengartikan mimpi raja, justru raja sujud dan menyembah Daniel, dll.

47: Berkatalah raja kepada Daniel: "Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu."
48: Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel.


Saat itu raja sujud menyembah Daniel, bahkan diberi bau-bauan, pemberian yang besar, mengangkat Daniel menjadi kepala semua orang bijaksana. Daniel adalah orang buangan, Mungkin orang lain memilih kalau Tuhan tidak adil, mereka marah, menggerutu, mencaci-maki, frustasi, dll, tapi justru Daniel dimuliakan dan diangkat oleh raja.

Daniel 5:29
29: Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga. 
Saat itu raja sudah turun, Nebukadnezzar sudah turun, dan biasanya orang yang termasuk dalam zaman raja yang bersangkutan akan "digeser" ketika ada raja yang baru naik, agar tidak ada pengkhiana3tan, namun Daniel tetap berada di atas.

Daniel 6:1-3
1: Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
2: membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
3: Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Raja yang satu naik, Daniel ikut naik, bahkan Nebukadnezzar sujud menyemban. Ketika Beltsazar, Daniel juga naik. Bahkan ketika zaman Darius, dia juga naik. Di antara orang yang dipercaya Darius, dia bermaksud meninggikan Daniel lebih dari yang lainnya. Inilah panggilan yang Tuhan beri pada kita. Alkitab berkata kita tidak hanya menang, tapi jadi lebih dari pemenang, berjalan dalam kemuliaan kepada kemuliaan. Tuhan mau kita terus berada di atas dan di atas, dan Daniel bahkan tetap naik ketika keadaan yang sepertinya dalam pembuangan, dll.

4: Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
5: Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
Satu-satunya kesalahan Daniel di mata orang lain, yaitu dalam penyembahannya kepada Tuhan. Dalam bidang lain, dia tidak ada lawannya, tidak ada kesalahan

6: Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
7: Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
8: Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
Daniel 6:10
10: Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Ketika Daniel berada di pembuangan, dia tidak marah, kukuh. Untuk menjadi orang yang berpengaruh, Tuhan Yesus mengambil rupa seorang hamba. Daniel memiliki ilmu "berlutut" (ilmu merendahkan diri dan ilmu merendahkan hati). Musa ketika menghadapi pemberontakan bangsa Israel, dia berlutut di hadapan Tuhan. Kalau kita meninggikan diri, kita akan direndahkan. Tapi kalau kita merendahkan diri, kita akan ditinggikan. Daniel tahu ketika dia berada di tekanan, dia merendah, dan ketika merendah, yang Ilahi itu mengalir. Daniel tahu satu-satunya cara untuk yang Ilahi itu terus turun dalam kehidupannya, dia memilih berlutut di hadapan Tuhan. Ketika karirnya Daniel naik, dia tidak sensitif dengan lututnya, dia tetap berlutut, dia gunakan lututnya untuk terus merendahkan diri di hadapan Tuhan. Jangan lihat hasilnya, karena kalau engkau lihat hasil dari pelayananmu, engkau bisa sombong, tapi kalau hasilnya jelek, engkau bisa kecewa. Daniel mengerti ketika dia di bawah, ketika dia bergumul, ataupun ketika dia diangkat, dia terus merendah dan merendah, sehingga dia tetap bisa menari di atas gelombang.

Daniel berdoa. Dia berdoa. Kalau dia berlutut yang Ilahi mengalir, ketika berdoa, terjadi pertukaran antara kita dengan Tuhan. Serahkan semua khawatirmu kepada Tuhan, dan Tuhan akan berikan kepada kita kelegaan. Kalau orang berdoa, kita sedang menukar masalah kita dengan berkat. Daniel itu sekalipun dia di puncak, dia tidak berkata kalau tidak ada lagi yang dia butuhkan.

Matius 21:12-13
12: Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
13: dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Rumah Tuhan itu siapa? Kita. Dalam terjemahan lain dikatakan engkau menjadikannya tempat berkumpul para pencuri. Kita harus menjadi rumah doa. Kalau kita tidak berdoa, artinya kita menjadikan hidup kita menjadi sarang penyamun, tempat berkumpulnya para pencuri. Kalau kita tidak berdoa, tidak mendapatkan banyak dari Tuhan, kita diam dan melalaikan jam doa kita, para "pencuri" itu akan bersorak-sorai berpesta-pora dan akhirnya mereka akan mengambil apa yang engkau punya. Kalau kita sedang diberkati dan kita tidak berdoa, pencuri itu akan mengambil berkat itu. Ketika engkau sedang punya persoalan ataupun tidak, jangan lupa berdoa, karena ketika engkau berdoa, semua yang baik itu mengalir dalam hidup kita.

Menyembah kepada Sang Pencipta, kepada Raja di atas segala raja. Ketika engkau menyembahNya, apakah iblis akan berani menghadapi engkau? Tidak. Sampai Nebukadnezzar berkata Tuhan yang Daniel sembah itu Tuhan di atas segala Tuhan, dll. Penyembahan imam itu harusnya di atas rata-rata, dan itu juga yang Daniel lakukan. Ketika karirnya naik, semuanya naik, Daniel tetap menyembah, meninggikan Tuhan lebih dari apapun. Kalau engkau menyembah, dan ketika Tuhan memanifestasikan dirinya dalam hidup kita, bahkan seperti Daniel, Nebukadnezzar menyembah Daniel, Beltsazar memberikan banyak pemberian kepada Daniel, dan Darius mengangkat Daniel. Daniel 3x sehari berlutut menyembah Tuhan.

1 Korintus 15:58
58: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Berlutut, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan itu tidak pernah sia-sia.
1 Yohanes 1:3
3: Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 
Bersekutu dengan Tuhan. Berlutu, berdoa, menyembah. 


By: Ev. Daniel Krestianto

Doa dan penyembahan itu sangat powerful. Bahkan dikatakan lebih baik 1 hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat lain. Biar kita sadar kalau keintiman itu sangat penting. Seringkali kita berkata kok sepertinya sedang tidak enak terus, kita tidak menangkap, kalau memang seharusnya kita kelompok imam, kita bisa menari di atas gelombang. Jangan pernah menyerah. Perbesar kapasitas, salah satunya dengan doa dan penyembahan. Jangan sampai jadi calo surga. Kapak sudah siap bagi ranting yang tidak berbuah. Karakter harus dibereskan. Daniel punya roh yang luar biasa, spirit of excellent, karakternya bagus.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -