AoC Bandung, 25 Juli 2016

AOC BANDUNG
25 JULI 2016

By: Ps. Robert Lie

Apakah engkau mengenal Jehovah Jireh dll? Abraham mengenal Jehovah Jireh ketika dia menyerahkan Ishak di Gunung Moria. Step berikutnya, apakah engkau mengalami? Banyak yang hanya menyebutnya saja, just a theme, tapi tidak mengalami apapun. Step selanjutnya barulah waktunya bukan hanya kita mengalami, tapi membagikannya kepada orang lain.

Ini waktunya untuk engkau menjadi penakluk raksasa.

Yosua 14:6-15
6: Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah u  itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.
7: Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.
8: Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
9: Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
10: Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11: pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12: Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
13: Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.
14: Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
15: Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.


Kaleb bukan hanya menjadi penakluk raksasa, tapi dia menjadi penakluk raksasa yang paling besar. Hebron diberikan kepada Kaleb, yang namanya dahulu adalah Kiryat-Arba, dan Arba adalah raksasa paling besar. Engkau bisa kalahkan raksasa yang lebih besar dari hidupmu asalkan engkau kenal dan mengalami Jehovah is my Lord. Kaleb dahulu ketika 40 tahun, dia dengar Musa berkata kalau tanah yang diinjak akan jadi milik pusakanya, dan 45 tahun kemudian Hebron akhirnya menjadi miliknya, yang merupakan impiannya sejak lama dan akhirnya bisa jadi nyata. Yobel besar itu pasti akan jadi bagian kita!

Di Bilangan 13, Kaleb adalah pemimpin Yehuda yang menjadi salah satu pengintai untuk mengintai Kanaan. Mereka berkemah di Paran dan dari sana ke Kanaan itu sekitar 120km. Kaleb dan Yosua saat itu berkata yang berbeda dengan 10 orang yang lain. 12 pengintai memiliki level yang sama karena mereka pemimpin terbaik dari setiap suku, tapi 2 orang itu berkata yang berbeda, dan itu tidak mudah. Tapi seperti perkataan, hanya ikan hidup yang melawan arus, bukan berarti kita melawan, tapi 10 orang mengatakan yang tidak benar, Yosua dan Kaleb harus berkata yang benar sekalipun melawan "arus".


Apa yang bisa kita pelajari dari hidup Kaleb?
1. Kaleb memiliki roh yang lain
Bilangan 14:24
24: Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.


Dalam bahasa lain dikatakan kalau dia punya "another spirit", ada sesuatu yang berbeda dari roh dan jiwanya. Kalau engkau memiliki roh dan jiwa yang berbeda, Tuhan juga akan membuat sesuatu yang berbeda dalam hidupmu! Kita harus punya roh dan jiwa yang seimbang. Banyak orang yang "ngeroh" tapi jiwa nya tidak balance. Jiwa juga berkata mengenai karakter. Kalau engkau mau menjadi pemimpin yang baik dan berpengaruh di dunia usaha, engkau tidak hanya harus ngeroh, tapi engkau harus punya karakter yang baik, managemen, kemampuan marketing, dll. Kalau engkau mau terbang, tidak cukup hanya ngeroh, berdoa, tapi engkau juga harus punya kemampuan manajemen, accounting, dll. Kalau engkau punya kualitas, engkau akan berbeda.

Tuhan tidak bisa berikan Hebron kepada Kaleb kalau hanya memiliki roh yang berbeda, tapi juga dikatakan lain jiwanya. Memang kita harus punya roh yang berbeda, tapi kita hidup di dunia jasmani, tidak cukup hanya yang ngeroh, tapi engkau juga harus punya kemampuan yang jasmani, kemampuan bersaing di dunia agar engkau memiliki nilai jual.

Kenapa Yosua memberi Hebron kepada Kaleb? Karena Yosua melihat ada yang lain jiwanya di dalam hidup Kaleb, dia layak dipercaya hal yang besar, dan sudah teruji. Kalau engkau tidak stretching your capacity, engkau hanya akan dipakai Tuhan di titik dan level sekarang saja, tidak akan bisa dibawa semakin tinggi dan semakin besar lagi. You must upgrade yourself! Kalau di dunia roh, ya secara roh yang dilihat, tapi di dunia, engkau itu harus punya good looking dan good speaking. Apa yang membuat kita seringkali belum bisa mengalami terobosan? Karena kapasitasmu masih kecil. Upgrade diri kita, miliki jiwa yang berbeda. Kalau engkau mau mengalami yang ajaib dari Tuhan, cara hidupmu harus berbeda dengan orang lain. Engkau tidak cukup hidup dalam roh, tapi engkau hidup di dunia nyata, cara hidupmu harus berbeda. 

Upgade dirimu dari sekarang! Dari hal spiritual dan juga dari jiwa. Dari hal spiritual ya baca Alkitab lebih, berdoa lebih, puasa lebih, dll. Dari hal jiwa, ya engkau harus belajar di bidangmu, upgrade. Kalau engkau punya kapasitas, engkau akan dipercaya lebih.


2. Kaleb mengikuti Tuhan dengan segenap hati
Kaleb berkata dia masih sama kuatnya ketika dia berumur 85 tahun dengan ketika dia berumur 40 tahun. Dari awal dia mendengar janji Tuhan melalui Musa hinggia 45 tahun kemudian dia mendapatkan Hebron, kekuatannya masih sama, semua masih sama seperti dahulu. Kaleb mengikuti Tuhan dengan sepenuhnya, dari bahasa Greek, artinya sejalan dengan Tuhan atau "to the same way with". Yesaya 55 berkata jalanKu bukan jalanmu, pikiranKu bukan pikiranmu, perbedaannya langit dan bumi. Kita tidak akan bisa berjalan bersama dengan Tuhan kalau bukan Tuhan yang berjalan bersama dengan kita, kalau bukan anugrah Tuhan kita tidak mungkin bisa. Contoh kita disakiti orang Tuhan berkata ampuni 70x7 kali, ditampar pipi kiri beri pipi kanan, berdoa untuk musuh, tapi kita seringkali berbeda. Mungkin ketika kita mengikuti Tuhan berjalan itu lebih mudah dibandingkan ketika Tuhan suruh "stop" di masa dimana engkau masih mau berjalan dll.


3. Kaleb memiliki perkataan yang positif
Bilangan 13:30
30: Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

Di saat 12 orang lainnya berkata yang negatif, Yosua dan Kaleb memiliki respon yang berbeda dengan berkata yang positif. Banyak yang seringkali ketika diberikan tantangan dari pemimpin, selalu berkata tidak bisa, tidak mungkin, dll. Orang pesimis itu orang yang melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang optimis itu orang yang melihat kesempatan di setiap kesulitan.

- Mulutmu harimaumu.
- Mulut kita adalah nabi masa depan kita.
- Hidup mati dikuasai lidah


4. Kaleb memiliki goal dan sasaran yang jelas
Banyak orang Kristen punya mimpi tapi tidak jelas goalnya, tidak setting prioritasnya. Misal ketika orang berkata mau jadi dokter tapi tidak tahu berapa lama, itu artinya tidak jelas, namun ketika orang punya tujuan yang jelas, dia akan berkata jadi dokter dalam waktu 7 tahun, karena orang itu pasti akan bersusah payah untuk berjuang dan menggapai itu. Set up your priority agar mimpimu jadi nyata.

Ketika itu Musa berkata setiap tanah yang diinjak akan jadi milik pusaka, dan orang yang memiliki respon profetik yang baik, pasti akan take action, dan ketika itu Kaleb sudah memiliki sasaran yaitu Hebron, sehingga ketika 45 tahun kemudian, Kaleb meminta Hebron. Set your goal! Kalau engkau hidup tapi tidak punya tujuan hidup, sebenarnya engkau itu sudah mati sekalipun penguburanmu masih 50 tahun lagi. Kalau engkau tidak punya karakter, bagaimana engkau bisa dipercayakan harta yang lebih besar?


5. Kaleb setia kepada Tuhan dan menghargai pemimpinnya
Banyak orang yang dipakai lebih dari pemimpinnya dan mulai lupa diri, meremehkan pemimpinnya. Ingat siapa pemimpin kita apalagi ketika engkau dipakai lebih dari pemimpinmu. Yesus memang sudah memberikan rule model kepada kita kalau kita akan melakukan yang sudah Yesus lakukan bahkan yang lebih besar. Yosua juga memberikan Hebron kepada Kaleb karena Kaleb juga didapati respect dengan pemimpinnya, dengan Musa, dan juga dia menundukkan diri di bawah Yosua. Sehebat apapun engkau dipakai Tuhan, jangan pernah sombong, tahu diri. Setia pada Tuhan, respect pada pemimpinnya. Semua bapak itu pasti ingin anaknya lebih hebat dari bapaknya, tapi si anak juga harus tahu diri dan terus respect pada bapaknya, dan bahkan warisannya akan terus mengalir ke hidupmu. Kaleb tidak "memotong" langsung ke Musa, tapi dia menundukkan diri juga kepada Yosua. Hormati orang tuamu dan juga orang tua rohanimu.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 24 Juli 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
24 JULI 2016


By: Ps. Pendy Sofian

Elia, Eliyahu, Ellijah, artinya Jehovah / Yahweh is My Lord. Dia menyandang nama Jehovah / Yahweh kemanapun dia pergi.

1 Raja-Raja 17:1
1: Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."

Pertama kali Elia muncul, dikatakan kalau tidak akan ada hujan sampai dia berkata hujan. Dia tidak hanya berkata kepada Raja Israel saat itu, tapi sebenarnya Elia mengkonfrontasi yang namanya Baal, dewa yang disembah oleh Izebel, istri Ahab (Raja Israel). Baal (lord) adalah dewa segala dewa, dan Baal itu adalah dewa yang mengatur cuaca, hujan, dll. Itu adalah masa-masa peperangan Elia dengan Baal, dan saat itu Elia harus sungguh-sungguh berdoa untuk hujan tidak turun satu kali pun hingga Elia berkata hujan, karena kalau sampai sekali saja hujan, bangsa Israel bisa berkata Baal adalah Tuhan.

1 Raja-Raja 17:3-6
3: "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
4: Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."
5: Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
6: Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Ketika di Sungai Kerit, tidak ada orang yang menemani Elia, hanya ada gagak yang melayaninya, membawakan makanan. Elia sudah mendeklarasikan peperangan yang sangat dahsyat dengan Baal, sehingga dia benar-benar harus masuk dalam sebuah keintiman dengan Tuhan.

Keintiman tidak dibangun ketika engkau datang ke suatu acara yang besar, tapi keintiman dibangun ketika engkau berdua dengan Tuhan. Pelayanan, doa bersama di gereja, KKR, itu tidak akan menambahkan keintiman kita dengan Tuhan, tapi ketika engkau hanya berdua dengan Tuhanlah keintiman itu akan dibangun.

Ketika engkau pacaran / suami istri, engkau akan bisa membangun suatu hubungan / kedekatan ketika engkau hanya berdua bersama, bukan ketika berjalan bersama-sama dengan orang lain juga. Begitu juga dengan Tuhan, keintiman kita dengan Tuhan hanya bisa dibangun kalau kita berdua dengan Tuhan. Jangan hilangkan waktu berduamu dengan Tuhan, jangan lernah gantikan itu sekalipun bahkan dengan pelayanan, karena itu masa-masa kita menjaga keintiman kita dengan Tuhan. Ketika kita berhasil menjaga keintiman kita dengan Tuhan, kita akan lihat bagaimana Tuhan jagai hidupnkita dengan ajaib.

Sama halnya dengan Elia, dia juga membangun keintiman dengan Tuhan ketika di Sungai Kerit, dan Tuhan memperlakukan Elia dengan berbeda. Burung gagak itu tidak pernah memberikan makan kepada anaknya, tapi ada hal yang ajaib, yaitu burung gagak ini memberikan makanan kepada Elia. Ini memang masa yang tidak mudah, tapi ketika engkau berjalan bersama Tuhan, menjaga keintimanmu dengan Tuhan, akan ada "burung gagak" yang dikirim Tuhan untuk memberi makan hidupmu.

Setelah beberapa lama, Sungai Kerit itu lama-kelamaan makin menyusut. Elia itu melihat dengan mata kepalanya bagaimana sumber kehidupanya itu kering, Israel mulai kekeringan, tapi Alkitab tidak mengatakan bahwa Elia komplain dengan Tuhan. Elia tidak pernah didapati komplain pada saat-saat itu. Selama engkau bisa jaga keintimanmu dengan Tuhan, engkau akan lihat bahwa Tuhan adalah Allahmu, Jehovah is our God. Di tengah-tengah kekeringan di banga Israel yang juga dialami Elia, Elia tidak pernah komplain dengan Tuhan.

Kerit itu artinya cutting off / separation. Ketika engkau berani memisahkan dirimu dari dunia dan memberikan waktu khusus untuk Tuhan, engkau akan lihat bagaimana penyertaan Tuhan yang ajaib dalam hidupmu. Beberapa hamba Tuhan yang besar akan engkau temui pola yang sama, ada waktu untuk mengkhususkan dirinya dengan Tuhan.

1 Raja-Raja 17:7-8
7: Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
8: Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:

Di titik-titik terakhir kekeringan, Tuhan perintahkan Elia pergi ke rumah janda Sarfat yang akan memberinya makan. Kita bisa lihat bagaimana Elia baru beranjak dari Sungai Kerit hanya ketika Tuhan menyuruhnya untuk pergi. Di masa-masa kekeringan, dalam masa-masa yang tidak pasti, ada satu hal yang kita bisa pelajari dari Elia, yaitu Elia tidak akan pernah beranjak / pergi kalau Tuhan tidak berfirman atau Tuhan tidak berkata. Jangan buka bisnis baru, jangan buka usaha apapun kalau Tuhan tidak suruh, jangan pindah kerja, jangan pernah bergerak kalau Tuhan tidak ngomong, dll. Ketika Tuhan menyuruh Elia pergi, Elia langsung pergi, Jangan buat keputusan kalau Tuhan tidak "acc", karena engkau seperti nyari "mati", karena tidak ada jaminan untuk usaha apapun, karena sekalipun tahun lalu berhasil, tahun ini belum tentu. Masa-masa ini bukanlah masa-masa yang mudah, karena Tuhan berkata tahun ini cari uang itu susah, kecuali engkau bersandar pada Tuhan, karena Dia Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi satu bulan, bahkan apa yang terjadi besok. Satu-satunya yang bisa engkau andalkan itu hanyalah Tuhan.

Seringkali ketika kita berdoa bertanya kepada Tuhan, memang kita nanya terus-menerus kepada Tuhan, tapi seringkali kita yang tidak sabar menunggu jawaban dan akhirnya kita melangkah sebelum Tuhan menjawab. Seringkali kita berdoa dan berkata, "Kalau Tuhan tidak ngomong, artinya Tuhan setuju", padahal sebenarnya kita yang tidak sabar menunggu Tuhan menjawab kita. Kalau Tuhan diam, itu bukan berarti iya. Setiap kali Elia berdoa, dia selalu berkata "ya Tuhanku, Allahku." atau "Yahweh/Jehovah my Lord". Apapun yang Elia hadapi, dia selalu berkata seperti itu dan Tuhan dengar. Elia menghadapi suatu keadaan kematian dari anak janda sarfat dan Elia berdoa seperti itu, doanya didengar oleh Tuhan, dan kebangkitan dari anak ini adalah mujizat kebangkitan pertama yang dicatat oleh Alkitab, dan ini dilakukan oleh Elia. Banyak hal yang ajaib yang ditawarkan Tuhan untuk kita alami asalkan engkau mengerti kalau Tuhan adalah Allah kita, satu-satunya yang kita andalkan dan tempat kita bergantung. Kalau engkau mengerti mengenai hal ini, doamu itu akan dijawab Tuhan, dan pelajari bagaimana cara Elia hidup, yaitu dia tidak bergerak kalau Tuhan tidak berkata.

Setelah selesai di janda Sarfat, Elia disuruh pergi kepada Ahab dan berkata akan hujan dan menyuruh semua nabi Baal berkumpul.

1 Raja-Raja 18:36-38
36: Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
37: Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
38: Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

Elia sebenarnya mau berkata agar mereka itu bisa melihat kalau Engkau itu adalah Tuhan, mereka bertobat, bisa dengan Tuhan, bisa melihat lihat bahwa Allah ada, biar bisa kenal Tuhan lebih lagi. Elia tidak berfokus pada dirinya, tapi dia berfokus agar ada pertobatan pada orang-orang yang berada di sekitarnya (bangsa Israel), karena dia mengerti semua itu dari Tuhan dan untuk Tuhan. Biar kita punya mentalitas seperti Elia ketika kita melayani Tuhan, kita ingin agar orang yang datang ke gereja mereka boleh mengalami Tuhan, bertemu Tuhan, tidak peduli sekalipun kita tidak dikenal sekalipun, dan kita akan melihat mujizat demi mujizat yang akan terjadi di tengah-tengah kita.

Ketika Elia sehabis bernubuat, dia pergi ke Sungai Kerit dan menyepi di sana. Seringkali ada pelayan Tuhan sesudah melayani itu ke sana sini, salaman dll agar dikenal orang. Bukan berarti kita selesai pelayanan langsung kabur, tapi engkau sebaiknya tidak betah untuk berada di kerumunan orang itu lama-lama. Ketika engkau betah berlama-lama setelah pelayanan dan banyak pujian yang datang, hati ini bisa dengan mudah berubah dan jadi sombong. Jika ada pujian dari manusia, hati-hati itu bisa membahayakan hidupmu. Belajar bagaimana Elia melayani, Tuhan Yesus melayani, karena setelah mereka melayani, mereka pergi / menghilang dari keramaian agar tidak dipuji. Setiap engkau habis pelayanan, barulah engkau boleh berdoa kalau kami adalah hamba-hamba yang tidak layak, kalau kita bisa melakukan banyak hal itu karena Tuhan, semua dari Tuhan oleh Tuhan, dan untuk Tuhan.

Kita hanya bisa bergantung pada Tuhan, dan ketika Dia sudah jadi Tuhan kita, barulah kita bisa melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita. Seringkali kita tidak bisa melihat Tuhan bekerja karena kita masih mengandalkan apapun yang lain selain Tuhan di hidup kita, entah kepintaran, entah bisnis, uang, dll, dan wajar kalau Tuhan belum bekerja dalam hidupmu hingga engkau benar-benar mengandalkan Tuhan. Percaya pada Tuhan, janga percaya pada yang lain. Jadikan Dia sandaran kita, pengharapan kita.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

NAMES OF GOD

http://www.christiananswers.net/dictionary/namesofgod.html