AoC Bandung, 22 Agustus 2016

AOC BANDUNG
22 AGUSTUS 2016


By: Pdt. Pramono L.


Matius 12:33
33: Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Kalau pohon itu namanya keluarga, buahnya adalah anak-anaknya, generasi yang ada di keluarga itu. Keberhasilanmu tidak hanya dilihat dari ketika engkau menjadi pemimpin atau menjadi suami / istri yang baik, bukan hanya ketika engkau memimpin dan mencapai suatu level, tapi akan dilihat dari anak cucu dan generasi setelahnya, apa yang akan mereka lakukan.

Keluaran 3:15
15: Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Abraham Ishak dan Yakub itu adalah kakek, anak, dan cucu, Dia Tuhan yang mau untuk berada di generasi demi generasi dan rumah tanggamu. Di perjanjian baru juga pola yang sama ada.

2 Timotius 1:5
5: Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Jangan sampai generasi hilang, karena kebanyakan yang ada hanya sampai 2 generasi, di generasi ke-3 atau cucu nya hilang, "tidak terjangkau". Contoh seperti Abraham Ishak Yakub, Lois Eunike Timotius, tapi tidak terlihat di generasi setelah Musa-Yosua, Elia-Elisa, dll. Perhatikan harta, tahta, dan wanita, karena 3 hal ini akan mempengaruhi apa yang akan terjadi di generasi kita selanjutnya.

1. Harta
Rajinlah mencari uang bersama dengan Tuhan, lalu bijaklah gunakan uangmu hingga terjadi financial breakthrough, dan akan ada 2 tandanya, yaitu engkau bisa menabung dan engkau juga bisa menabur. Yang salah itu menabur tidak bisa, menabung juga tidak bisa, selalu kurang dan kurang. Engkau menabung dan tidak menabur, hati-hati seperti Laut Mati, kalau menabur terus-menerus hati-hati orang di dekatmu kepahitan.

2.Wanita / pernikahan / kehidupan seksual.
Hadiah terbesar yang orang tua bisa berikan kepada anaknya adalah ketika ayah / ibu nya hanya memiliki satu orang di hati mereka, yaitu pasangannya (suami / istrinya sendiri). Paradigma pernikahan itu bukan untuk mengejar kebahagiaan, tapi menerima kehendak Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan itu sampai selesai, maka kebahagiaan dan kelimpahan itu adalah side effectnya. Acara yang paling penting dalam pernikahan adalah tentang covenant antara calon mempelai pria dan wanita, karena ketika 2 orang sepakat, Tuhan datang. Ketika membuat janji pernikahan, jangan berkata dari menghafal atau membaca, apalagi ketika engkau berkata siap menerima pasanganmu dalam semua kondisi / keadaan, tidak hanya susah senang kaya miskin sakit sehat, tapi juga dalam semua keadaan apapun.

3. Tahta
Memimpinlah bukan sebagai leader, tapi father, bukan sebagai bos, tapi parent yang melayani anak-anak. Ketika engkau memimpin, engkau harus seperti orang tua buat anak-anakmu, jangan seperti bos / leader. Leader itu belum tentu rela mati untuk bawahannya / anak rohaninya, tapi kalau father itu pasti akan memimpin dan rela berkorban untuk anak-anaknya.

Amsal 17:6
6: Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. 

Kenapa anak cucu? Karena Firman mengatakan manusia hanya 70 tahun, atau kalau kuat 80 tahun. Dalam bahasa lainnya, jadilah orang tua yang menjadi teladan dan jadi orang yang membanggakan bagi anak-cucu nya. Kalaupun engkau punya generasi di atasmu yang rusak / hancur, putuskan kutuk itu dengan pertobatanmu agar engkau tidak merusak generasi selanjutnya. Hari ini kita generasi Ishak, besok kita jadi generasi Abraham, dan seterusnya. Jangan ulangi Musa-Yosua dan Elia-Elisa, tapi jadilah seperti Abraham-Ishak-Yakub, Lois-Eunike-Timotius.

Gunakan uang dengan benar. Bangun pernikahan dengan roh takut akan Tuhan. Memimpinlah dengan father's heart, bukan seperti bos.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 21 Agustus 2016



IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
21 AGUSTUS 2016

By: Ps. Robert Lie

TEMA: ORANG TUA - ANAK
(Minggu Depan: Suami - Istri)

Pemulihan harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga dipulihkan, gereja juga akan mengalami pemulihan yang sangat ajaib. My church is my family. Keluarga adalah gagasan atau produk atau ide Tuhan sendiri, keluarga bukan maunya manusia sendiri. Tuhan yang pertama kali menciptakan keluarga, ketika Adam tertidur Tuhan mengambil tulang rusuknya dan membuat keluarga. Setelah air bah, yang diselamatkan Tuhan adalah Nuh dan keluarganya. Tuhan memiiki rancangan buat keluarga, dan Tuhan punya karya untuk keluarga.
Tujuan keluarga adalah:
1. Keluarga diadakan untuk mengalami dan memancarkan kemuliaan Tuhan itu sendiri (Kejadian 1:26)
2. Keluarga diimplementasikan untuk membahagiakan / kebahagiaan manusia itu sendiri.

Gambar Allah yang sempurna adalah pria dan wanita yang disatukan Tuhan. Tapi kenapa keluarga tidak seperti yang Tuhan mau? Karena dosa. Apa yang dirusak iblis dari keluarga?
1. Tatanan keluarga tidak jelas, misal istri lebih garang dari suami, sepertinya terbalik antara suami dan istri.
2. Keluarga kehilangan identitas karena dominasi dosa yang begitu kuat, nilai-nilai rohani rusak, tapi kemuliaan Tuhan yang selalu ada seburuk apapun, yaitu bagaimana orang tua rela berkorban untuk anaknya, dan inilah karakter Ilahi yang minimal ada di dalam sebuah keluarga.

Minggu ini Tuhan akan bukakan pintu keuangan. Kenapa ada yang tidak mengalami? Karena tidak menjadi pelaku dari Efesus 6:1-3.

Efesus 6:1-3
1: Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
2: Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
3: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Ini adalah perintah, bukan himbauan, karena itu dikatakan harus. Ayat 1 dikatakan taatilah, di ayat 2 dikatakan hormatilah.
Ayat 1 diperuntukan pada anak-anak yang belum menikah, yang masih bergantung dengan orang tua karena otoritasnya masih ada di dalam orang tuamu (orang tua kandung). Tapi kalau sudah menikah, engkau harus menghormati mertuamu juga. Mau cerewet atau bagaimanapun, hormati mertuamu. Kalau engkau tidak hormat, engkau akan kehilangan kebahagiaan yang dari Tuhan. Prioritas kita yang pertama adalah Tuhan, berdoa baca Alkitab dan hubungan PRIBADImu ke Tuhan, itu yang tidak boleh ditinggalkan dan semua orang atau semua yag lain harus ditinggalkan. Yang kedua adalah keluarga, bukan pelayanan. Banyak yang salah fokusnya, lebih fokus kepada pelayanan, misalnya pelayanan penting dan kalau tidak pelayanan dihukum Tuhan, semua termasuk keluarga harus ditinggal demi pelayanan, dll, itu salah. Yang pertama itu hubungan pribadimu ke Tuhan, yang kedua adalah keluarga.

Jangan berkata berkati bangsa-bangsa tapi engkau tidak berkati keluargamu, itu bohong besar. Kalau misalnya memang disuruh menemani orang tua dan mengurus keluarga sehingga engkau tidak bisa pelayanan, ya itu tidak apa-apa asal engkau tidak bohong. Keluarga itu sangat penting. Ketika engkau menikah, jangan larang pasanganmu memberi uang / berkat ke orang tuanya. Jangan sok rohani tapi keluargamu berantakan.

Yang anak butuhkan adalah kebersamaan dengan keluarga, bukan uangmu. Kalau engkau mau diberkati, berkati orang tuamu, bahkan kalau perlu engkau berkati mertuamu, maka engkau akan dapatkan double blessing. Kalau engkau berkata engkau saja kurang bagaimana bisa memberkati orang tua, justru pemikiran itulah yang salah. Hormati uang tuamu, lakukan Firman Tuhan, beri yang mertuamu suka. Apapun yang engkau tabur ke mertuamu, itulah yang akan engkau tuai dari menantumu nanti. Jangan menyusahkan orang tuamu, apalagi menolak mereka.

Panjang umur itu diberikan Tuhan untuk kita bisa menikmati berkat Tuhan, buat apa engkau dapat uang yang sangat banyak tapi tiba-tiba sakit dan tidak bisa menikmatinya lagi.

1. Taati orang tuamu
2. Hormati mertuamu

A. Kenapa harus menghormati dan melayani orang tua?
- Itu adalah wujud nyata dari hormat kita pada Allah
Kalau engkau menghormati Tuhan, melayani Tuhan, tapi tidak menghormati orang tuamu, engkau adalah pembohong. Ini adalah perintah Tuhan, kalau engkau tidak hormat pada orang tuamu, ya artinya engkau tidak taat pada Tuhan. Banyak orang Kristen dan yang non-Kristen yang sifatnya tidak berbeda jauh, sehingga orang pun tidak mau ke gereja, karena ya tidak ada bedanya orang Kristen dengan orang dunia. Mahatma Gandhi berkata kalau dia menghormati Kristus dan ajaranNya, tapi dia tidak suka dengan orang-orangNya dan karakter pengikut-pengikutNya, karena apa yang ditampilkan tidak sesuai dengan apa yang mereka dengar dan pelajari dari Tuhan Yesus. Kalau engkau tidak beres dengan orang tuamu, bagaimana engkau mau beres dengan suami / istrimu? Kalau engkau tidak beres dengan keluargamu, pintu berkat itu akan tertutup di dalam hidupmu.

- Kasih orang tua adalah kasih yang paling murni di antara semua kasih
Orang bisnis atau beberapa orang mengasihi karena ada udang dibalik batu, ada maunya, tapi kasih orang tua adalah kasih yang murni. Yang tidak mengenal Tuhan sekalipun, pasti ada nilai / karakter Ilahi yang mayoritas pasti ada, yaitu pengorbanan dari orang tua. Ketika engkau menghormati orang tuanya, pasti akan diberkatiii, tidak akan hidup susah. Kalau engkau melayani orang tuamu, engkau itu pasti diberkati. 

Kalau hubungan Bapa dan anak itu tidak penting atau tidak perlu diipulihkan, untuk apa itu difirmankan Tuhan? Hormati orang tuamu.


B. Akibat dari menghormati orang tua
- Akan berbahagia
- Umur panjang
Tidak hanya menghormati orang tua jasmanimu, tapi engkau juga harus menghormati orang tua rohanimu, hormati pendetamu. 

Mazmur 133
1: Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2: Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3: Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Semua berkat di gereja itu selalu dialirkan dari pemimpinnya baru mengalir ke jemaatnya. Banyak yang tidak mengerti bagaimana menghormati pemimpinnya. Daud punya kesempatan beberapa kali membunuh Saul, tapi Daud tidak lakukan itu, karena Saul juga mertuanya. Kalau hanya raja, Daud bisa membunuhnya, tapi selain Saul diurapi Tuhan, dia juga mertua Daud. 

-Tabur tuai
Engkau menabur yang baik, engkau akan menuai yang baik. Ketika engkau menabur yang baik untuk orang tua, suatu saat engkau akan menuainya dari anakmu. Kalau anakmu bandel, coba cek dirimu, pasti karena engkau bandel pada orang tuamu. Selama bumi masih ada, hukum tabur tuai itu pasti akan tetap ada. Kalau engkau menabur yang jelek di keluargamu, ya suatu saat engkau akan menuainya.

C. Langkah nyata yang harus dilakukan
- Menghormati orang tua, mau sesukses apapun, sekaya apapun, kalau ada keputusan penting di keluarga yang melibatkan orang tuamu, engkau harus menghormatinya, apalagi kalau orang tuamu sudah janda, tidak ada suami lagi. Kalau engkau punya anak, sering-sering bawa ke orang tuamu, karena mau bagaimanapun kakek / nenek itu suka melihat cucunya. Tidak akan ada yang berani berkorban untukmu selain orang tuamu, bahkan pacar atau teman dekatmu pun belum tentu berani berkorban seperti yang dilakukan orang tuamu.
- Balas budi
Kenapa harus balas budi? Ya karena orang tua kita sudah berkorban sangat banyak untuk hidup kita. Balas budi itu bukan ketika dia mati, tapi justru ketika orang tuamu masih hidup, masih ada. Banyak yang seringkali tidak membalas budi, malah justru menyakiti orang tuanya, dan itu yang akan membuat berkatmu macet.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 15 Agustus 2016

AOC BANDUNG
15 AGUSTUS 2016

By: Pdt. Rudi

Yang penting Tuhan hadir, karena kalau Tuhan tidak hadir di semua yang kita lakukan, semuanya sia-sia.

Matius 5:3
3: Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.

Dikatakan orang yang miskin yang memiliki kebahagiaan, memiliki Kerajaan Allah. Tapi apa relevansinya? Karena biasanya orang yang miskin tidak berbahagia. Pengertian Tuhan di sini, bukan miskin secara materi, kurang makan, tidak punya baju mobil ataupun rumah, kemiskinan yang dimaksud di sini berbicara tentang ketika kita mengikut Tuhan dan percaya Tuhan, serius dan sungguh-sungguh ke Tuhan, detik kita menyerahkan seluruh agenda dan kehendak kita atas kehendak Tuhan, menyerahkan semua hidup kita ke Tuhan, detik itulah kita dikatakan menjadi orang yang miskin. Orang miskin di sini berbicara mengenai ketika punya kehendak, keinginan, kebahagiaan, rencana, agenda, hidup, dll, dan diserahkan kepada Tuhan.

Seringkali kita berkata kita mengikut Tuhan, tapi seringkali Tuhan yang mengikut kita, karena kita ingin Tuhan Yesus jadi seperti kita dan maunya mengikuti semua kehendak kita, kalau tidak dituruti, ngambek dengan Tuhan. Miskin ini ketika kita taat, rela, setuju dengan Tuhan. Kalau kita bisa jadi orang yang ikut Tuhan 100% dan mengikuti apa yang Tuhan mau, berbahagialah. 

Ketika Yesus berkata "bukan kehendakKu, tapi kehendakMu", dan detik itulah Yesus dikatkaan miskin di hadapan Allah Bapa. Mengikut Yesus tidak ingkar. Kalau Ayub tidak mengenal Tuhan, dia juga pasti sudah murtad, justru Ayub dikatakan tidak berdosa dalam perkataannya.

Ibrani 11:8-13
8: Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
9: Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
10: Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
11: Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
12: Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
13: Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Ayat 13 adalah kunci bahwa orang yang miskin yang memiliki kebahagiaan dan kerajaan Surga, dan ketaatan mereka menghasilkan berkat yang ajaib. Berkat itu akibat. Kalau engkau mau diberkati Tuhan, ya taat, misal taat bayar perpuluhan, setia kepada Tuhan, dll. Dalam iman, semua mereka hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai, dalam bahasa aslinya artinya orang yang menyambut dengan sukacita dan gembira dan seperti berkata "welcome!". Mereka semua tidak menolak, justru mereka semua melakukan semuanya dengan setia, dan akhirnya mereka seperti menyambut, "welcome!". Ketika kita memberikan diri kita dituntun Tuhan, kita itu menyambut dengan gembira dan bersukacita, bukan seperti orang yang tidak mendapatkan apa-apa. Kalau perkataan Tuhan saja kita tidak sambut dengan gembira, bagaimana engkau mau diberkati Tuhan? Setiap perkataan Tuhan yang masuk dalam hidup kita, harus kita sambut dengan gembira, dan lakukan apa yang dikatakan itu, maka akibatnya seperti Abraham yang makin lama makin kaya.

Di dalam hati manusia itu seperti ada rumah, terdiri dari beberapa kamar, dan kamar di hati kita harus diisi untuk Tuhan dan bukan yang lain. Ketika Tuhan tidak ada di kamar atau rumah kita, hidup kita hanya akan jadi sekedar hidup. Banyak yang kelihatannya hidup tapi sebenarnya mati karena tidak memiliki Yesus. Seringkali bukan kamar atau rumah untuk Yesus yang diperbesar di hati kita, tapi lebih memilih harta, benda dll dan harus "menggusur" Tuhan keluar dari kamar atau rumah kita. Kalau kita hanya jadi orang Kristen yang mau berkat dan berkat terus-menerus tapi bukan Tuhan, hati-hati.

Ibrani 11:8-13 tadi menjelaskan mengenai Abraham, dan di dalam iman dia telah masuk, dia menyerahkan hidupnya di hadapan Tuhan, dan akhirnya janji Tuhan digenapi dan semua keturunannya diberkati. Ketika engkau menjadi miskin, menyerahkan semuanya kepada Tuhan, engkau berkata welcome untuk perkataan Tuhan, engkau akan berbahagia di hadapan Tuhan.

Abraham ketika diminta untuk pindah ke negeri yang lain, itu adalah keputusan yang tidak mudah, tapi hanya yang miskin di hadapan Allah, welcome atas apa yang Tuhan katakan, dialah yang bisa mengerjakan apa yang Tuhan mau sekalipun Abraham tidak tahu. Ini hal yang tidak mudah, tapi Abraham bisa melakukannya, dia orang yang percaya dan akhirnya Abraham diberkati dan juga semua keturunannya. Kita itu tidak masuk hitungan, yang masuk hitungan sebenarnya orang Israel asli, tapi kita ini sebenarnya hanya cangkokan. Namun kalau hari ini kita percaya pada Tuhan, menyerahkan semua hidup kita kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan, engkau akan diperhitungkan Tuhan. Abraham punya hati yang rela dan taat.Kalau engkau jadi orang yang taat dan setia, tambahkan satu lagi, yaitu rela mengikut Yesus apapun juga. Kerelaan itu berasal dari niat, kepercayaan, setuju dengan apa yang Tuhan katakan.

Ketika Abraham membawa Ishak di Kejadian 22, hari itu Abraham "sepi", tidak ada yang lainnya, dia bawa Ishak ke puncak gunung, hingga di atas gunung Ishak bertanya sudah ada kayu pisau dll, dan Abraham dalam iman seperti orang yang "mati", dia melakukan semuanya yang Tuhan katakan, dan itu bukan hal yang mudah ketika dia harus menghujamkan pisau kepada Ishak, hingga pada akhirnya Tuhan berkata tidak perlu dilanjutkan. Dia msikin dan dia welcome dengan apa yang Tuhan mau. Bangsa Israel saat zaman Musa itu tidak memiliki kerelaan, sehingga mereka sering mengeluh, berkata lebih enak di Mesir sekalipun mereka sudah melihat tiang awan tiang api, laut dibelah, dll. Menjadi miskin, miliki kerelaan pada Tuhan, dan berkata "welcome" untuk setiap perkataan Tuhan.


By: Ev. Daniel Krestianto

Benahi cara berpikir, dan siapkan diri kita rela agar kita bisa diberkati secara maksimal. Memang proses itu penuh dengan tangisan, tapi hasilnya itu akan luar biasa. Jadi pelaku Firman, dan bawa jiwa untuk Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -